0

preparing manuscript…

Posted by yan9n on Mar 9, 2010 in life as master student, life as research student, study in Japan

ternyata menulis sebuah manuscript untuk dipublish di international journal tidak semudah yang saya bayangkan. tidak semudah menulis report kuliah apalagi menulis blog dalam bahasa inggris. ini yang saya alami ketika menulis manuscript untuk disubmit di EJAP (later submitted to IJBm). entah, tak terhitung berapa kali revisi yang harus saya buat setelah direview oleh dua orang post doc, belum lagi komentar dari ndoro besar. benar-benar, kalau menengok isi USB memory dan harddisk saya, ada lebih dari 10 file ms word bernama depan sama : “titis_man_000″, di mana 000 itu adalah revisi ke sekian, bulan sekian tanggal sekian. :D

untuk itu, benar-benar perlu ada persiapan yang tidak sedikit untuk menulis manuscript yang akan disubmit ke jurnal. boleh dibilang kalau menulis manuscript itu hampir sama seperti menulis disertasi PhD (kata ndoro besar), karena menurut ndoro besar saya, disertasi PhD di fakultas kami itu merupakan kompilasi paper-paper yang kita buat selama study PhD, yang tentunya topik dan temanya berkaitan satu sama lain.

so, kira-kira apa yang perlu dipersiapkan dan dipertimbangkan untuk menulis manuscript? hmmm berikut versi saya…

1. start with methods (and materials)

ini bagian yang paling mudah ditulis menurut saya, jadi biasa saya mulai dari menulis bagian ini terlebih dahulu. saya biasakan menulis bagian ini ketika eksperimen berlangsung, karena apa? karena ingatan saya tentang metodologi penelitian yang saya jalankan masih fresh di kepala/ingatan saya. itu yang pertama…

2. collect reference as much as possible

biasanya sih sebelum jalan penelitian, kita sudah membaca banyak referensi untuk mencari originalitas dari paper atau penelitian kita. pun ketika kita menulis bagian introduction dan discussion, kita butuh banyak referensi terkait dengan penelitian kita. di bagian introduction, ini diperlukan untuk menjawab pertanyaan mengapa kita melakukan penelitian ini, apa yang melatar belakangi kita dalam penelitian, and so on. dan di bagian discussion, referensi-referensi ini akan membantu kita menjawab, mengapa hasil A yang kita peroleh dari penelitian kita bisa muncul, atau apakah referensi X, Y, Z itu mendukung hasil B yang kita peroleh, atau malah sebaliknya.

3.  well organize the references

one big mistake I made saat pertama kali menulis referensi adalah, saya tidak memanfaatkan end-note ataupun refworks berikut add on write-N-cite yang disediakan, jadinya saya harus crosscheck referensi yang saya pakai secara manual. tak jarang saya mencite tapi lupa menulis reference-nya atau sebaliknya, di reference ada paper yang pernah saya cite tapi sudah saya hapus. so bad organizer lah… ketika menulis manuscript hasil revisian, saya mulai memanfaatkan refworks dan write-N-cite, jadinya lebih mudah dalam organisasi referensi yang saya pakai. pun, kita juga bisa menyesuaikan sesuai style yang diminta oleh editor jurnalnya (ini nanti kita bahas di styling okay?)

4. make your discussion based on your results you found

melakukan analisis dari hasil yang didapatkan dari penelitian adalah hal yang paling susah. trust me. butuh sebulan lebih bagi saya untuk bekerja di bagian discussion ini. dan tentunya harus berdasarkan hasil yang ditemukan lah… misal, di bagian result saya menyebutkan, “we observed lower local SR on the part X and part Y in tropical subjects (p<0.05) , with no significant difference in total SR in both groups”, nah brarti di discussion, saya harus menjelaskan kenapa result itu bisa muncul, kenapa bisa begitu, tentunya dengan data-data yang saya provide di result, ataupun yang saya tampilkan di grafik dan tabel. bisa juga sih kita membuat spekulasi atau asumsi dalam pembahasan, but, perlu juga dipikirkan bahwa spekulasi yang kita buat itu logis dan possible, dan tentunya didukung dengan referensi yang ada.

5. make your title and abstract

mungkin bagi sebagian orang, bagian ini harus ada di awal, tapi saya biasa membuatnya di bagian akhir setelah selesai menulis bagian discussion. mengapa? alasan saya, title dan abstract itu sebisa mungkin harus merefleksikan isi dari manuscript, dan di dalam abstract itu harus ada ringkasan hasil penting dari paper yang kita buat berikut kesimpulannya. biasanya, seorang pembaca artikel, sebelum memutuskan apakah dia akan lanjut membaca keseluruhan paper kita atau tidak itu setelah dia membaca judul dan abstract paper kita. dan abstract itu biasanya hanya dibatasi maksimal 300 atau 350 kata saja. dan itu harus sudah memuat tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan yang disajikan secara ringkas dan jelas. nah lo… jadi gimana kita bisa membuat abstract kalo kesimpulan dari hasil diskusi pada hasil kita belum kita buat? iya kan? dakara, saya membuatnya belakangan setelah kesimpulan selesai saya tuliskan.

6. check and recheck the reference in the text and reference list

inilah perlunya memakai software end-note atau write-n-cite yang disediakan refwork untuk memudahkan kita agar tidak miss dalam menulis referensi yang kita cite. pekerjaan sepele tapi makan waktu. pernah saya dulu “dikerjain” sama senpai saya untuk bantuin dia ngecek satu persatu referensi dan citation yang ada di draft manuscriptnya. susah euy… mesti dicek, apakah referensi ini sudah masuk atau belum, dan sebagainya…

7. english writing style

nah ini juga susah nih… karena scientific english itu berbeda dengan english conversation apalagi englishnya novel. asli susah deh… ada beberapa vocab yang digunakan dalam penulisan ilmiah yang jarang dipakai dalam percakapan biasa, belum lagi grammarnya. kapan harus past tense, past perfect tense, dan sebagainya. kapan kita pakai “a”, kapan pakai “the” atau kapan kita tidak pakai keduanya, itu juga susah… (well sama susahnya sih dengan kapan kita pakai “wa” atau “ga” dalam bahasa jepang hehe). plural dan singular itu juga… wess banyak dah yang membingungkan dan perlu belajar banyak… saya sendiri mengalami itu dan merasa perlu belajar dan belajar lebih banyak lagi… :( karena pernah, satu comment dari reviewer untuk paper saya yang publish di JPA itu dibilangin, perlu improvement di scientific english writing :D

nah, terus gimana dong agar manuscript kita bisa kelihatan bagus, ilmiah, dan bahasa inggrisnya tidak malu-maluin. ini tips saya… well, tanpa bermaksud mencontek, saya biasa melihat dari paper-paper yang sudah publish, tentang bagaimana sih mereka menuliskan kata-kata khusus dalam paper mereka, misal… “because” itu padanannya apa sih? atau “but”, atau “in addition” atau apalah… pakai lah kata-kata itu, tapi tentunya dengan kalimat yang kita buat sendiri :D

8. don’t forget for english proof reading

biasanya setelah paper jadi, kita lakukan yang namanya proof reading, at least sehari setelah selesai. di sini biasa kita menemukan apa apa yang kurang di manuscript kita. kalau dalam manuscript kita ada co-author lain selain supervisor, biasakan untuk minta mereka (para co-author) untuk proof read paper kita, pastinya bakal banyak input, komen, dan saran, itu yang akan membuat paper kita semakin baik dan lebih baik…

nah setelah dari segi content pas, kita mesti check apakah english writing style kita dah bener apa ndak. di sini lah kita perlu yang namanya english proof reading. biasanya saya meminta bantuan dari teman yang (kalau bisa) native english speaker, untuk membantu proof reading. kadang bayar, well… karena memakai waktu mereka, but sometimes free :D . pengalaman saya, biasanya ndoro besar akan meminta his english teacher untuk membantu proses proof reading, jadinya ya gratis (buat saya hehe), beberapa hari kemudian, si english teacher akan datang dan menjelaskan kira-kira yang salah apa aja, mana yang sebaiknya diperbaiki dan lain-lain. dari sini saya jadi mengerti, oooh kesalahan saya di sini… ooh harus diperbaiki di bagian ini. dsb…

9. be original

yup, tentunya untuk menghindari kasus plagiat… lha, terus bagaimana dong? kan ada beberapa bagian dalam introduction dan discussion ada yang kita cite dari paper terdahulu… nah, memang kita mencite beberapa artikel atau paper, tapi kan tidak sama persis mentah-mentah gitu, bisa dengan parafrase, atau cara lainnya, dan tentunya di belakangnya disebutkan author nya. nah kalau saya sendiri, biasa saya membikin draft dalam bahasa indonesia, kemudian setelah kelar, baru ditranslate ke dalam bahasa inggris dengan kata-kata sendiri, dan pas bagian di mana kita mencuplik dari paper orang lain, tinggal dimasukkan lah nama authornya :D well, agak mendokusai (ribet) sih, tapi mungkin lebih aman :D , sama seperti teman-teman saya dari korea, atau jepang, mereka pada bikin draft-nya dalam bahasa mereka sendiri, kemudian ditranslate ke inggris… :D

10. last, check the journal writing style before submitting

setelah semua ok. sebelum submit, baca aturan-aturan yang diberlakukan di tiap jurnal. biasanya, common rules-nya judul dan authors list dan abstract terpisah masing-masih dalam satu halaman, begitu juga dengan graphic dan tabel yang terpisah di halaman atau bahkan file tersendiri. untuk graphic, biasanya disarankan oleh penerbit untuk dibuat dalam file gambar tersendiri, high resolution work-art is highly recommended, dan tentunya dengan aturan-aturan khusus dari penerbitnya masalah gambar ini. disarankan melihat author guideline yang ada di web masing-masing jurnal, seperti yang tersedia di spinger, sciencedirect, dll…

selain itu, beda penerbit/editor, bisa juga memberlakukan style dalam menulis citation dalam text dan reference list yang berbeda pula. sebagai contoh, di EJAP memberlakukan citation seperti misal (Wijayanto et al. 2010), di jurnal lain ada yang memberlakukan (Wijayanto et al., 2010), sedang di jurnal lain, bisa jadi hanya cukup dengan numbering seperti: “…. with body regional differences in sweating response (11)….” di mana angka (11) ini menunjukkan nomor reference dari citation yang kita pakai.

yah, kira-kira begitu saja sih bagaimana mempersiapkan manuscript untuk disubmit di jurnal international. masalah ntar accepted atau rejected (seperti kasus saya), itu perkara lain… dan pastinya, make sure supervisor (ndoro besar) atau co-author lain sudah OK dengan final version dari manuscript yang kita buat :D

good luck ! (俺も頑張ります)

 
0

(telah) kupinang engkau dengan hamdallah…

Posted by yan9n on Mar 9, 2010 in boku no kazoku, boku no kimochi

alhamdulillah… benar-benar alhamdulillah (telah) kupinang engkau dengan hamdallah, wahai bidadariku…semoga Allah senantiasa menjadikanku pemimpin bagimu dan anak-anak kita, juga panglima perangmu, dan belahan jiwamu sampai saat Allah memisahkan kita oleh ruang dan waktu, biarkanlah aku tetap menjadi lelaki terindahmu… amin

ternyata kebersamaan kami berdua sejak saya mengucapkan “mahou no kotoba” di sebuah masjid di wonosobo, hari ini genap 2 tahun. kalau dipikir-pikir, benar-benar sebuah karunia dan berkah dari Allah, bisa bersanding dengan wanita yang type-nya saya selalu ungkapkan di doa-doa saya sebelum hari bahagia itu. doa saya tidak ribet, saat itu saya selalu berharap, dia (yang menjadi jodoh saya) harus muslimah yang shalihah, cakap dan berilmu, mau diajak susah (secara gaji dosen muda itu kecil), punya semangat belajar tinggi (hmmm) dan pastinya juga pengertian terhadap keluarga (well, tentunya bermula dari pengalaman di keluarga besar saya…). cukup itu saja, sisanya terserah Allah yang mengatur. dan alhamdulillah, beneran Allah memberikan seseorang yang jauh dan lebih dari yang saya pintakan padaNya:
- shalihah, insya allah iya;
- cakap dan berilmu, alhamdulillah juga iya, bahkan bisa dibilang, selain berprestasi di kampusnya dulu, juga menguasai beberapa bahasa: jawa, ngapak, indonesia, inggris, arab, bahkan mungkin sebentar lagi bahasa jepang… masya allah…;
- mau diajak susah, sepertinya iya juga…;
- punya semangat belajar tinggi, alhamdulillah iya juga, sampai-sampai rela belajar mati-matian membaca koran nikkei (koran khusus ekonomi berbahasa jepang yang isinya kanji semua….)
- dan alhamdulillah juga pengertian dengan keluarga…
itu pun masih ditambah bonus tambahan dari Allah berupa parasnya yang anggun dan tidak bosan untuk dipandang… fabi’ayyi alaa irobbikumaa tukazzibaan… maka nikmat Allah mana kah yang kamu dustakan.

semua itu berawal dari seorang sahabat lama yang mengenalkannya pada saya dua (atau tiga tahun silam ya?). di saat yang sama, ada teman yang saat itu berada di norwey mengenalkan temannya pada saya, pun ada dua orang akhwat yang sempat mengintip ruang hati saya :D , dan entah mengapa saya lebih mantap dengan dia yang sekarang berjuang menemani saya dalam menuntut ilmu di negeri ini. yah, hanya Allah yang mampu menjawab pertanyaan ini…

dan prosespun berlanjut, sebagai bagian dari ikhtiar. selain tukar menukar biodata lewat murabbi, sesekali kami diskusi online via gtalk pun kami lakukan, untuk mengenal pribadi masing-masing. sampai akhirnya, di awal 2008, saya kuatkan hati saya untuk mantap memilih dia sebagai pendamping hidup sekaligus ibu dari anak-anak saya yang (insya allah) akan menjadi pejuang-pejuang Allah. dan setelah tiga kali bertemu, pertama di jakarta, kemudian menemui kedua orang tuanya di wonosobo, dan terakhir mempertemukan orang tua dari kedua belah pihak, pernikahan kami akan diselenggarakan tiga pekan setelah itu. benar-benar proses yang cepat dan alhamdulillah semua dimudahkan oleh Allah…

ya, benar-benar semuanya dimudahkan olehnya. bisa dibayangkan lah, saat itu saya hanya berdua dengan adik di jogja, kemudian calon istri berada di jakarta, keluarga calon istri ada di wonosobo, sedangkan orang tua ada di malang… kalau tidak ada beberapa sahabat yang membantu, mungkin bisa dikata… apa-apa pasti saya lakukan sendiri.

jadi ingat dulu bagaimana mencari seperangkat alat sholat buat dijadikan mas kawin, mencarinya ya tentunya sama siapa lagi kalau bukan dengan seorang sahabat karib saya (mas ang) yang saat ini sedang study di jerman. belum lagi tentang masalah seserahan yang agak ribet juga he he… alhamdulillah ada mas ben yang dengan baik hati mau menemani ke tempat khusus bungkus kado :D . belum lagi urusan cari cincin kawin (ha ha ha…), dan mencari sejumlah recehan uang yen buat mas kawin… (dan waktu itu allowance dari panasonic belum keluar pula, kalo sudah kan bisa dipakai sementara :D ), dan semua semuanya… benar-benar saya sangat bersyukur sekali, saat itu diberikan sahabat-sahabat yang benar-benar pengertian… alhamdulillah

dan sampai akhirnya, detik-detik ijab qabul pada hari ini (8 maret) dua tahun lalu, bagaimana deg-degannya aku saat itu, bahkan udara dingin di wonosobo pun mampu menaikkan suhu otakku lebih dari 2 derajat celcius, terbukti dengan semakin dingin dan dinginnya tangan saya saat itu. dan mahou no kotoba, kata-kata sakti itu pun meluncur begitu dahsatnya dari hatiku dan keluar dari bibirku… dan usai dua orang saksi, berujar “syah”, seketika rasa plong dan lega serasa menjadi pelepas dahagaku… alhamdulillah ya Allah, akhirnya aku bisa menyempurnakan separuh dari agamaku… dan Allah benar-benar tidak hanya tahu tentang apa yang saya inginkan saat itu, tapi juga seorang istri yang benar-benar bisa melengkapi apa yang saya butuhkan saat itu…
fabi’ayyi alaa irobbikumaa tukazzibaan… maka nikmat Allah mana kah yang kamu dustakan.

wonosobo, 8 maret 2008
fukuoka, 2010 march 8

 
0

queueing at hakata

Posted by yan9n on Feb 28, 2010 in 365日間の周囲

Picture taken last night, during waiting for the last train. such a long queue everynight, and of course it’s a “first come first in” queue

Yayan Titis Wijaya

Sent from my mobileThing

Posted via email from 365日間の周囲

 
0

healthy food mustn’t be expensive, but …

Posted by yan9n on Feb 24, 2010 in 365日間の周囲

one of my favorite food is tempe, fermented soy bean from Indonesia.  

last night we had it with sambal (hot chili sauce) and fresh vegetable, we called it tempe penyet :D  
it's cheap but very healthy and delicious food. but here, in Japan, I should spend 350 yen for 250 grams of tempe. 

-yan9n-

Posted via email from 365日間の周囲

 
1

why are they so expensive???

Posted by yan9n on Feb 22, 2010 in 365日間の周囲

It’s a 1800yen melon…高い

Yayan Titis Wijaya

Sent from my mobileThing

Posted via email from 365日間の周囲

 
0

Haagen-dazs, vaio, and meitante conan

Posted by yan9n on Feb 20, 2010 in 365日間の周囲

unmatched desert in early spring (or late winter?)

Yayan Titis Wijaya

Sent from my mobileThing

Posted via email from 365日間の周囲

Copyright © 2010 ウィジャヤの物語 All rights reserved.
Desk Mess Mirrored v1.4.4.1 theme from BuyNowShop.com.